(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Umum

28 Oktober 2026

Sudah Cukupkah Tuhan di Hati Kita

Bacaan Alkitab :

  • Matius 19 : 16 - 22

Video Renungan :

Bahan Renungan :

Shalom, bapak, ibu, saudara-saudari, yang terkasih dalam Tuhan Yesus.
Pernahkah kita melihat anak kecil yang memegang mainan kesayangannya dengan begitu erat, lalu ketika orang tuanya ingin meminjamnya sebentar, ia menangis karena takut mainan itu hilang? Tanpa sadar, sering kali kita pun bersikap serupa. Kita merasa sudah menjadi orang baik, rajin beribadah, dan taat hukum, tetapi ketika Tuhan meminta "sesuatu" yang paling berharga dalam hidup kita, bisa berupa kenyamanan, harta, ambisi, atau kebiasaan, hati kita mendadak berat dan gelisah.

Mari kita merenungkan kisah dalam Matius 19: 16 - 22, tentang seorang anak muda kaya yang datang kepada Yesus dengan pertanyaan besar: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
  1. Ketaatan yang Lahiriah Saja Tidak Cukup.
    Orang muda ini sebenarnya adalah sosok yang luar biasa secara moral. Ketika Yesus mengingatkannya tentang hukum Taurat (jangan membunuh, jangan berzina, hormati orang tua, dan mengasihi sesama), dengan percaya diri ia menjawab bahwa semuanya itu telah ia lakukan sejak masa mudanya. Namun, ia merasa ada yang kurang. Ia merasa hidup kekalnya belum ada jaminan penuh.
  2. Ujian yang Membongkar Isi Hati
    Yesus melihat jauh ke dalam lubuk hatinya. Yesus tahu persis apa "berhala" tersembunyi dalam hidup anak muda ini: hartanya. Yesus kemudian memberikan sebuah ujian ketulusan yang radikal: "Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutilah Aku."
  3. Respons yang Menyedihkan
    Apa reaksi pemuda itu? Alkitab mencatat dengan jujur: Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab ia mempunyai banyak harta. Ia ingin hidup kekal, tetapi ia tidak rela melepaskan kenyamanan dunianya. Ia memilih hartanya daripada mengikut Sang Pemilik Hidup.
Kisah ini bukanlah tentang kutukan terhadap orang kaya, melainkan sebuah cermin bagi kita semua, dari anak-anak Sekolah Minggu hingga warga adiyuswa: Bagi Anak-anak dan Remaja: Apa yang paling sering menyita waktu dan perhatian kita? Apakah gawai, game, atau status sosial membuat kita lupa untuk mengutamakan Tuhan dalam hidup sehari-hari?

Bagi Orang Dewasa dan Keluarga: Di tengah kesibukan mencari nafkah dan membangun masa depan, sering kali kita terjebak merasa bahwa pencapaian materi adalah ukuran berkat Tuhan yang utama. Padahal, harta dan kedudukan hanyalah titipan sementara. Pesan Utama: Tuhan Yesus tidak selalu meminta kita menjual semua harta secara harfiah seperti orang muda tersebut. Namun, Tuhan menuntut posisi utama di dalam hati kita. Apakah Dia nomor satu, ataukah Dia tersingkir oleh kenyamanan duniawi kita? Amin.
renungan Umum, Sudah Cukupkah Tuhan di Hati Kita, Yulianto Samuel, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Pengisi Renungan

Yulianto Samuel

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode