(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Umum

26 Agustus 2026

Dasar yang Teguh

Bacaan Alkitab :

  • Yesaya 28 : 16 - 17

Video Renungan :

Bahan Renungan :

Bapak Ibu Saudara yang terkasih,
Setiap hidup manusia pasti pernah mempunyai rasa takut, khawatir, gelisah. Saya pun demikian ketika anak-anak memasuki usia remaja, saat mereka baru mencari jati dirinya. Kita merasa takut dan khawatir. Jangan sampai salah pergaulan, semoga teman-temannya kelakuannya benar. Rasa-rasanya ketakutan dan kekhawatiran selalu menghantui. Sangat wajar karena kita manusia selalu membangun harapan di atas hal-hal yang gampang sekali berubah. Seperti kekayaan, jabatan, kemampuan diri dan bahkan selalu mengandalkan pendapat manusia itu sendiri. Nah di saat badai atau masalah datang semuanya akan goyah.

Nabi Yesaya mengingatkan kita dalam ayat 16A: “Sebab itu beginilah Firman Tuhan Allah : Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh.”. Seperti contoh ketika kita membangun sebuah rumah yang pertamakali diperhatikan pasti fondasinya, apakah sudah kuat atau masih rapuh.

Di ayat 16B: “Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!”. Artinya badai ataupun masalah pasti tetap datang akan tetapi bagi orang yang percaya tidak akan khawatir/gelisah. Kenapa? Karena rumah atau kita berdiri di atas batu/fondasi yang kuat kokoh, yang tidak mudah goyah. Dengan iman percaya tidak langsung masalah terus hilang akan tetapi dengan iman percaya kita kepada Tuhan, kita akan selalu tenang ketika masalah itu datang.

Bapak ibu saudara yang terkasih.
Di dalam ayat 17 tertulis: “Dan aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat”. Hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.” Kembali kita contohkan ketika membuat bangunan, Pak tukang selalu memakai tali pengukur agar supaya tembok yang dibangun bisa lurus. Begitupun Tuhan saat membangun hidup kita, membangun fondasi kita agar lurus sesuai dengan standarnya Tuhan, bukan standar manusia itu sendiri. Karena semua yang ada dalam hidup kita, baik karir, jabatan, pasangan bahkan kekayaan bukanlah fondasi/ukuran dalam hidup. Karena ketika masalah atau bencana datang semua ikut hancur. Tetapi dengan iman percaya kita kepada Tuhan Yesus adalah suatu fondasi yang kuat. Dan biarlah Firman Tuhan jadi tali pengukur dalam hidup kita sesuai dengan standar Tuhan yaitu keadilan dan Kebenaran. Amin
renungan Umum, Dasar yang Teguh, Nanik Sri Maryati, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Pengisi Renungan

Nanik Sri Maryati

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode