(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Umum

07 Oktober 2026

Berkorban atau Mengorbankan

Bacaan Alkitab :

  • Yohanes 11 : 45 - 57

Video Renungan :

Bahan Renungan :

Ada dua tipe manusia. Yang pertama mengorbankan orang lain dan yang kedua berkorban bagi orang lain. Orang yang mengorbankan orang lain biasanya memanfaatkan orang lain untuk kepentingan dirinya. Bahkan ketika mereka melakukan pengorbanan atau ketika mereka berkorban sering kali yang mereka lakukan adalah mengorbankan orang lain agar mereka tampak berkorban. Hal ini berbeda dengan yang kedua, yaitu orang yang suka berkorban. Dimana orang-orang seperti ini biasanya lebih memilih untuk mengabaikan dirinya agar orang lain mendapatkan manfaat tertentu. Nah petanyaannya, kita termasuk yang mana?

Yang pertama atau yang kedua. Dan kita mau jadi yang mana? Dan lebih jauh seharusnya kita menjadi seperti yang mana? Saudara, dua tipe manusia ini bisa kita jumpai dalam Alkitab. Saat ini kita akan membaca dari Yohanes 11: 47 - 53.

Saudara, tahukah kita bahwa pengorbanan Kistus itu dinubuatkan oleh seorang yang terlibat dalam rencana pembunuhan Yesus? Kayafas dan rekan-rekannya percaya kehadiran Yesus itu memberikan ancaman bagi status dan kekuasaan mereka. Beberapa penafsir mengatakan bahwa di ayat 48 bisa dibaca sebagai ketakutan bahwa bangsa Romawi akan datang dan merampas tempat suci mereka. Artinya mereka takut bahwa kekuasaan dan kedudukan mereka akan diambil oleh kekaisaran Romawi. Makanya Kayafas menawarkan satu opsi bagaimana kalau Yesus dibunuh agar lebih banyak orang diselamatkan. Kayafas memilih untuk mengorbankan Yesus demi keamanan dirinya dan juga rekan-rekannya.

Saudaraku, Kayafas tidak tahu bahwa apa yang dia katakan sebenarnya bermakna lebih besar dan lebih dalam dari yang ia bayangkan. Pada saat Kayafas berbicara, disitu Allah pun berbicara. Pengorbanan Kristus itu sudah ada di dalam rencana Agung Bapa. Tujuannya apa?

Tujuannya seperti yang terdapat di ayat 52, yaitu untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai. Kristus menjadi korban yang satu bagi semua sehingga tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus. Berbeda dengan Kayafas yang mengorbankan orang lain demi kepentingan Politis. Allah memberikan dirinya agar manusia bebas dan mereka dapat menemukan keamanan dalam pelukan hangat Allah yang penuh dengan cinta kasih.

Saudara, kita adalah orang yang menerima kasih karunia dari pengorbanan Kristus. Nah pertanyaannya sekarang, apa yang bisa kita lakukan? Ada 3 hal saudara,
  1. Belajar untuk berkorban
    Ketika kita melihat bahwa Yesus sudah memberikan hidupnya. Dia mengorbankan diri agar kita menemukan hidup di dalam Dia, dan kalau kita percaya bahwa kita ada di dalam Dia, dan Dia ada di dalam kita, maka seharusnya kita juga berkorban dan menghidupi pengorbanan Kristus bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
  2. Bersyukur
    Kalau kita melihat bahwa Tuhan sudah memberikan hidupNya, dan sudah berkorban untuk kita. Masa sih, kita tidak mau hidup di dalam rasa syukur? Bersyukur bisa kita lakukan dengan bagaimana kita memberikan hidup kita sepenuhmya kepada Allah. Dan selalu berusaha untuk bisa menyenangkan hati Tuhan.
  3. Hidup sebagai anak-anak Allah
    Menjadi anak-anak Allah berarti mewarisi janji-janji Allah. Hidup sebagai anak-anak Allah berarti berpegang erat pada janji-janji Allah, dan terus hidup di dalam pengharapan akan Allah.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk bisa menyusuri pengorbanan Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
renungan Umum, Berkorban atau Mengorbankan, Muslikhatun, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Pengisi Renungan

Muslikhatun

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode