Saudara terkasih dalam Tuhan Yesus,
Tukang periuk adalah profesi seorang pengrajin yang ahli dalam membentuk tanah liat menjadi berbagai bejana atau perkakas dari tanah liat. Ia membuat bejana-bejana yang indah melalui lekukan tangannya. Apabila bejana yang dibuat itu rusak, maka ia mengerjakannya kembali menjadi bejana yang baik menurut pemandangan matanya. Cara mengerjakan kembali bejana yang rusak dengan menghancurkannya dan kemudian membuat yang baru dari bahan yang sama, dengan tangan yang sama tetapi menjadi bejana yang baik dan indah dari sebelumnya.
Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah, yang dikasihi Allah, dipelihara oleh Allah dengan sangat sempurna. Mereka sering melakukan kesalahan dan juga sering diberi peringatan melalui nabi-nabi. Hanya saja mereka tak kunjung berubah. Bangsa Israel telah rusak dan Allah ingin mengembalikan bangsa Israel menjadi lebih baik. Yaitu dengan cara membuang dan mengijinkan mereka dikuasai oleh bangsa Babel. Apakah dengan berbuat demikian Allah melakukan kejahatan? Tidak, Allah sama sekali tidak berbuat jahat. Hanya saja Allah ingin membentuk bangsa Israel menjadi lebih baik, layaknya bejana yang telah rusak, dihancurkan dan dibentuk kembali menjadi bejana yang baik, indah dan bagus di pemandangan mata tukang periuk.
Saudara terkasih dalam Tuhan Yesus,
Tukang periuk yang dimaksudkan dalam nats ini adalah Allah. Dan bejana tanah liat yang dibentuk oleh tukang periuk adalah kita manusia. Allah ingin menjadikan kita menjadi bejana yang indah dan berguna. Allah yang membentuk, Tuhan yang menjadikan indah, Tuhan yang menjadikan sesuatu itu berguna. Tuhan ingin menjadikan kita umat yang terpuji, umat yang ternama, umat yang terhomat. Tuhan ingin menjadikan kita bejana yang indah, bejana yang mulia, bejana yang orang akan mengaguminya. Namun apakah kita bisa menjadi bejana seperti yang diinginkan Tuhan? Itu semua tergantung bagaimana sikap hati kita. Karena itu pelajaran tentang tukang periuk dan bejana ini mengajarkan paling tidak tiga hal bagi kita:
- Bejana berbicara tentang kerelaan untuk dibentuk.
Kita dibentuk Tuhan, kita diproses Tuhan. Diijinkan penderitaan datang. Diijinkan orang-orang menjengkelkan berada di sekeliling kita. Itu semua proses pembentukan bagi kita. Jadi kalau kita mau jadi bejana yang indah, milikilah kerelaan untuk dibentuk. Jangan berontak dan jangan keluar dari rencana Tuhan. - Berbicara tentang ketaatan.
Bejana yang taat, adalah bejana yang gampang dibentuk akan menjadi bejana yang indah. Tapi bejana yang mengeraskan hati, egonya tinggi, semaunya sendiri, maka bejana seperti ini akan berulang kali gagal. Ini akan menjadikan hidup kita tanpa arah yang jelas. Jadi milikilah ketaatan ketika Tuhan membentuk kita - Berbicara tentang proses.
Poses yang akan menyempurnakan iman kita. Tidak serta merta bejana itu jadi, tetapi perlu poses tertentu. Kalau kita setia sampai akhir, maka akan tercipta bejana yang indah.
Lalu pertanyaannya, apakah kita bejana yang indah? Bejana yang Tuhan sendiri dengan bangga menaruh, membuat orang melihat dan orang akan berkata Bejana yang indah. Ada Yesus di dalam kehidupan orang itu. Ataukah kita menjadi bejana yang gagal dibentuk karena kita tidak punya kerelaan hati, tidak taat dan tidak setia dengan poses yang harus terjadi?
Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tanganMu
Dengan urapan kuasa Roh-Mu
Kudibaharui selalu
Jadikanku alat dalam rumah-Mu
Inilah hidupku di tangan-Mu
Bentuklah seturut kehendak-Mu
Pakailah sesuai rencana-Mu
Melalui renungan hari ini, kiranya kita akan menjadi bejana yang indah karena kita mau dibentuk oleh Tuhan. Amien