(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Umum

29 April 2026

Ambisi yang keliru

Bacaan Alkitab :

  • Matius 20 : 20 - 28

Video Renungan :

Bahan Renungan :

CEO (Chief Executive Officer) adalah posisi eksekutif tertinggi dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis, operasional menyeluruh, dan pencapaian visi perusahaan. Akhir-akhir ini kita sering mendengar kalimat “CEO yang Menyamar” banyak film-film atau drama korea yang mengangkat tema tersebut. Berbicara tentang cita-cita atau harapan, tentu semua orang tua menginginkan anak-anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan kaya raya. Tidak sedikit orang tua yang selalu menuntut anaknya untuk mejadi yang “paling”, paling pintar dikelas, paling dihormati di lingkungan atau mungkin menjadi yang paling hebat di kantor. Menginginkan yang terbaik tentunya tidak salah, namun dalam bacaan kita hari ini, Yesus menegur ambisi yang lahir dari cara pandang yang keliru.
  1. Datang dari motivasi yang salah (ayat 20-21)
    Ibu Salome, Ibu dari Yakobus dan Yohanes datang sujud kepada Yesus. Kelihatannya sangat rohani, tetapi ternayata membawa “proposal” politik; ia meminta agar kedua anaknya duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus saat Ia memerintah nanti. Mereka megira mengikut Yesus adalah tentang mendapatkan Tahta, Kekuasaaan dan Kenyamanan. Seringkali kita pun demikian; kita rajin beribadah karena berharap Tuhan memberikan “Posisi” atau kesuksesan duniawi sebagai imbalannya.
  2. Cawan yang harus diminum (Ayat 22-23)
    Yesus menjawab dengan pertanyaan yang tajam “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum? Didalam alkitab, “cawan” seringkali melambangkan penderitaan dan kehendak Allah bahkan diartikan juga murka Allah (Wahyu 15:7, 16:1). Ambisi Yakobus dan Yohanes berfokus pada kemuliaan tanpa salib, sedangkan jalan Yesus adalah salib menuju kemuliaan. Mengikut Yesus bukan soal siapa yang paling setia memikul tanggung jawab, bahkan di tengah kesulitan.
  3. Standar kebesaran yang terbalik (ayat 25-28)
    Dunia mengajarkan bahwa orang besar adalah mereka yang memerintah, dilayani dan memiliki kuasa atas orang lain. Namun, Yesus menjungkirbalikkan standar itu:
    “Barangsiapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu… sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Kebesaran dalam kerajaan Allah tidak diukur dari berapa banyak orang yang melayani kita, melainkan dari berapa banyak orang yang kita layani. Apakah ambisi kita saat ini hanya untuk kepuasan diri sendiri atau status sosial saja? Menjadi “terbesar” di mata Tuhan tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang yang berada dibawah kendali kita, tetapi seberapa banyak orang yang terbantu karena kehadiran kita. Mari kita berhenti berebut “kursi disebelah kanan atau kiri” dan mulai mengambil “handuk” untuk mebasuh kaki sesama.
renungan Umum, Ambisi yang keliru, Yulianto Samuel, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Pengisi Renungan

Yulianto Samuel

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode