(0271) 625546

gkjbaki@gmail.com

Renungan Umum

11 Februari 2026

Menebar Kasih bukan Perih

Bacaan Alkitab :

  • Yohanes 8 : 12 - 30

Video Renungan :

Bahan Renungan :

Bpk ibu sdr. yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Jika membaca Yohanes 8:15-16 mengingatkan saya akan 2 hal yang terhubung satu sama lain:
  1. Tentang istilah "judgemental" yaitu melakukan tindakan yang begitu cepat terjadi untuk menghakimi orang lain tanpa perlu tahu yang sebenarnya. Nyatanya ada yang berusaha memaksakan cara berpikirnya sendiri dan memutlakkannya menjadi kebenaran dalam rangka mencapai tujuan untuk menghakimi yang lain.

    Kenapa bisa demikian :
    1. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
      Kita ada dan dibiasakan membandingkan diri dengan orang lain, sehingga ketika ada yang lebih baik, kita berusaha mencari kelemahannya.
    2. Stereotip dan Prasangka
      Sering kali kita dipenuhi dengan prasangka yang mempengaruhi cara pandang kita.
    3. Kurangnya empati
      Kemampuan memahami perasaan orang lain, dimana saat ini empati mulai menghilang.
  2. Seolah kembali membuka luka lama yang belum sembuh meski sudah 3th, ketika suami saya meninggal bagaimana cibiran dari beberapa orang dan media sosial melakukan judgemental kepada kami. Bersyukur Tuhan hadir melalui para psikolog (teman kuliah) dan keluarga besar yang membantu kami. Dan jujur, sampai saat ini, luka itu masih belum sembuh, beberapa kali ketika melihat orang lain mendapat judgemental, saya akan histeris. Bagaimana judgemental itu sangat menakutkan dan mempengaruhi hidup seseorang.
Bapak ibu sdr. yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam Bacaan Injil hari ini menghantarkan kita untuk memahami bahwa Yesus Kristus saja tidak menghakimi seorangpun (baca Yohanes 8 : 15). Ketika Yesus Kristus melakukan penghakiman, maka bersama Bapa yang mengutus-Nya. (baca Yohanes 8 : 16).

Bukan tentang menghakimi berdasarkan kebiasaannya, tradisi, nilai-nilai keluarga, suku, golongan dan kelompok, seolah menolak kebenaran Tuhan Allah.

Firman Tuhan saat ini, merupakan jawaban Yesus Kristus atas tuduhan orang Farisi bahwa kesaksian-Nya tidak benar. Yesus Kristus menegaskan bahwa mereka menghakimi menurut ukuran manusia (menurut daging) ‘menghakimi’ menurut apa yang mereka lihat dari sudut pandang mereka.

Untuk itu, Apa yang kita lakukan sudah seharusnya mencerminkan klaim kita tentang jati diri kita sebagai anak-anak Allah, namun kita masih sibuk melakukan menghakimi orang lain. Sebaliknya, jika kita memang melakukan tindakan-tindakan sebagaimana dikehendaki Allah, maka layaklah kita disebut sebagai anak-anak Allah.

Marilah sebagai keluarga Kristen kita saling membangun dan mendoakan bukan saling menghakimi. Perilaku kita haruslah menebarkan kasih dan bukan menebar perih, seperti Kasih Tuhan Yesus Kristus yang menerangi hidup kita. Amin
renungan Umum, Menebar Kasih bukan Perih, Nugraheni Diyah Eka Setiyawati, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode

Pengisi Renungan

Nugraheni Diyah Eka Setiyawati

kebaktian, kebaktian online, live streaming, gereja kristen jawa, gkj, gkj baki, gereja kristen jawa baki, baki, sukoharjo, gkj klasis sukoharjo, klasis sukoharjo, klasis, sinode gkj, sinode